Penyerahan 5 unit PLTS 20Wp kepada para mitra

Pada hari Minggu 26 juli 2020 lalu, GEMABETA (Gerakan Masyarakat Bebas Pelita) melalui koordinatornya, Emilius, menyerahkan 5-unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 20 Wp kepada para mitra GEMABETA Batch-3 (Mitra No 19 – 23). Saat ini total sudah ada 23 mitra GEMABETA yang tersebar di berbagai lokasi di Kalimantan Barat. PLTS dengan kapasitas 20 Wp ini dirancang untuk bisa menyalakan 3 buah lampu (@ 3 watt) sepanjang malam dan untuk mencas 1 buah HP.

Bapak Model-Mitra GEMABETA dari Amang

Seperti tujuannya untuk membebaskan masyarakat dari pelita (Red. kegelapan), GEMABETA memberikan edukasi, pelatihan dan kemudahan akses kepada masyarakat untuk beralih dari penggunaan pelita ke energi yang bersih dan sehat, misalnya tenaga surya.

 

Kemudahan akses ini diberikan oleh GEMABETA melalui skema kemitraan, dimana para calon mitra mendaftarkan diri kepada GEMABETA, selanjutnya GEMABETA akan mencarikan akses dana untuk mengadakan unit PLTS dan kemudian para mitra akan mencicil kepada GEMABETA dengan cara mengalihkan biaya bulanan pembelian minyak tanah/solar untuk lampu pelitanya kepada GEMABETA. Sebagai mitra GEMABETA mereka mendapat akses konsultasi gratis mengenai perawatan dan pemeliharaan unit PLTS mereka dan jika diperlukan akan mendapatkan bantuan teknis.

Sebelum diserahkan, para mitra diberi pelatihan cara pemasangan PLTS 20Wp tersebut agar mereka bisa memasangnya dengan benar di kampung masing-masing. Selang beberapa hari setelah penyerahan, berbagai testimoni dari para mitra disampaikan kepada Tim GEMABETA:

“Sekarang sdh bebas kegelapan, haaa😊😊 “ujar Mitra No 21 dari daerah Pagung Nahaya. Sementara itu Mitra No 19 dari Bongo Kasuil mengatakan bahwa “dipakai semalaman baterainya masih cukup dan tidak drop”.

Setidaknya ada 5 alasan mengapa kita perlu meninggalkan penggunaan pelita dan beralih ke tanaga surya.

  1. PELITA itu cahayanya redup dan tidak baik untuk kesehatan mata;

Sebuah pelita hanya memiliki tingkat keterangan pencahayaan sebesar 1 lumen, sementara untuk belajar/membaca setidaknya diperlukan 150 lumen cahaya dan untuk aktivitas yang nyaman di ruang keluarga diperlukan minimal 300 lumen. Tingkat pencahayaan 300 lumen ini bisa diperoleh dengan menggunakan lampu LED 3 watt.

  1. PELITA itu menghasilkan polusi CO2 dan zat berbahaya lainnya;

Untuk setiap liter minyak tanah yang dibakar akan menghasilkan sekitar 2,54 kg gas karbondioksida (CO2) dan partikulat karbon lainnya. Perlu kita ketahui bahwa CO2   adalah salah satu gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan global.

  1. PELITA itu tidak aman dan rawan kebakaran;

Bahaya kebakaran selalu mengancam kita saat kita menggunakan pelita di rumah. Pelita bisa tersenggol baik oleh manusia ataupun hewan peliharaan saat kita sedang tertidur.

  1. PELITA itu tidak sehat.

Gas CO2 dan partikel karbon yang dihasilkan dari pembakaran minyak mengakibatkan pencemaran di dalam ruangan. Karena kita beraktivitas dan tinggal di ruangan tersebut maka kita akan menghirupnya secara terus-menerus dan akan mengganggu kesehatan penggunanya.

  1. PELITA itu mahal dan tidak ekonomis;

Setiap malam sebuah rumah tangga yang menggunakan lampu pelita (minimal 3 buah lampu) akan menghabiskan sekitar 300 ml minyak tanah atau minyak solar, setara dengan kurang lebih 10 liter perbulan. Dengan harga minyak tanah atau solar yang saat ini sekitar Rp. 12.000/liter ditingkat konsumen, maka biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap bulannya oleh setiap keluarga adalah sekitar Rp.120.000 (setara dengan Rp.1.440.000/tahun). Uang sebesar ini sebenarnya sudah bisa digunakan untuk membeli 1unit PLTS yang bisa digunakan untuk mengganti lampu pelita dengan kualitas bahaya yang lebih baik dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebagai informasi bahwa panel surya bisa bertahan 10 sampai 20 tahun, dan aki (baterai) dengan pemakaian normal bisa bertahan 3-5 tahun.

Jadi bisa disimpulkan bahwa baik dari segi ekonomi dan kesehatan serta keamanan, pemakaian PLTS lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan menggunakan lampu pelita.

Tertarik untuk menjadi mitra ataupun donator untuk GEMABETA? silahkan menghubungi kami Tim GEMABETA melalui kontak kami di website ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *