Proyek


 

TUJUAN UTAMA KAMI ADALAH MEMBEBASKAN MASYARAKAT DARI PENGGUNAAN LAMPU MINYAK TANAH ATAU YANG LEBIH DIKENAL DENGAN “PELITA”

 

PROYEK PERTAMA GEMABETA

Target pertama dari gerakan ini adalah masyarakat di Kampung Sangke yang terdiri atas kurang lebih 90 rumah yang masih tergantung dengan lampu minyak tanah sebagai sumber penerangan pada malam hari karena jaringan listrik PLN belum sampai kedaerah ini.

 

MENGAPA GEMABETA DIPERLUKAN

Kebanyakan kampung-kampung di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia masih menggunakan lampu minyak tanah/pelita sebagai sumber penerangan utama bagi rumah mereka pada malam hari, terutama di daerah-daerah terpencil, karena belum adanya jaringan listrik negara. Akan tetapi, penggunaan lampu minyak tanah memiliki dampak negatif bagi masyarakat pemakainya. Lampu minyak tanah akan menghasilkan pencemaran karbon dioksida (CO2) dan partikel kecil jelaga yang berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Selain itu perlu diketahui juga bahwa CO2 merupakan salah satu komponen gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global. Secara ekonomi harga minyak tanah juga tergolong mahal yaitu sekitar Rp. 13.000 per liter. Menurut perkiraan kami sebuah rumah tangga bisa menghabiskan sekitar 1-1,5 juta rupiah pertahun untuk biaya minyak tanah. Sehingga penggunaan lampu minyak tanah termasuk menguras pengeluaran rumah tangga secara ekonomi dan juga berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu merukanan sebuah hal yang penting untuk menggantikan lampu minyak tanah dengan sumber energi yang sehat dan bisa dijangkau harganya oleh masyarakat.

Ada beberapa alasan mengapa masyarakat tidak mau beralih ke sumber energi terbaharukan, misalnya PLTS, untuk mengganti lampu minyak tanah/pelita mereka. Pertama, mereka tidak memiliki pengetahuan dan keahlian untuk memasang dan memelihara PLTS sebagai sumber energi mereka. Kedua, mereka tidak memiliki kemampuan finansial untuk membeli PLTS secara tunai karena tergolong mahal bagi mereka. Terakhir, kurangnya dukungan konsultasi dan teknik untuk beralih ke PLTS karena mereka khawatir dan bingung jika peralatan mereka rusak mereka tidak tahu harus mencari bantuan kemana. Bantuan teknis tidak diberikan setelah instalasi dan hal ini akan membahayakan keberlangsungan PLTS tersebut.

 

Untuk mengatasi masalah sumber energi di pedesaan dan untuk mengganti ketergantungan mereka pada minyak tanah, GEMABETA menawarkan sebuah solusi untuk mengganti lampu minyak tanah dengan PLTS mini yang terjangkau harganya yang dapat menyalakan 3 buah lampu masing-masing 1 watt yang harganya sekitar 700 ribu rupiah per unit. GEMABETA akan menyadiakan bantuan teknis dan pelatihan dalam pemasangan unit PLTS dan komponennya sampai siap untuk digunakan. Untuk mempermudah pembayaran, masyarakat dapat mencicil sekitar 50 – 100 ribu perbulannya sesuai kemampuannya melalui kepala dusun/yang ditunjuk. GEMABETA akan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat selama penggunaan PLTS tersebut dan akan membantu mereka untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan PLTS melalui pelatihan dan pendidikan. Sistem pembayaran ini dipilih untuk memastikan keberlanjutan program dari GEMABETA sehingga kami bisa memasang lebih banyak lagi PLTS di tempat lain.

 

 

FUNDING

GEMABETA melakukan penggalangan dana untuk program mereka melalui program urun dana, sumbangan sponsor yang tidak mengikat dan atau sumbangan pribadi. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pembelian sistem PLTS. Jika pembayaran cicilan dari tahap pertama di Sangke berjalan sukses, dana yang diperoleh akan digunakan kembali untuk gerakan yang sama di kampung lainnya.